Fanfiction: Bokutachi no Kaerimichi
Hola Konnichiwa.
Iseng-iseng bikin FanFiction. Kala waktu senggang sedikit demi sedikit aku pun mengetik ini cerita. Yap, ini adalah hasil nge-autis sendiri ketika teman-temanmu sibuk ngerumpiin something that isn't important fo ya.. Oke langsung aja xD
-----
Title: Bokutachi no Kaerimichi ( Perjalanan pulang kita)
Author: Oorichan
Anime: Haikyuu!!
Genre: Romance, Comedy
Cast: Tsukishima Kei (Main), Ame (Main, OC), Member of Karasuno Team.
Disclaimer: Haruichi Furudate
Hari Senin. Dimana hari pertama kesibukan di mulai selama satu minggu. Yah, memang kebanyakan sih semuanya ngeluh dan kesel kalo ngomongin Senin. Tapi berbeda buat makhluk blonde cepak dengan headphone di telinganya. Semua hari sama aja tuh, katanya sambil jalan menuju sekolah, sambil beberapa kali ngupil diam-diam.
"Paaaagii Tsukk!" Kata Yamaguchi yang tiba-tiba nubruk Tsuki dan naik ke punggungnya. Sontak beberapa saat dua cowok itu pun main gendong-gendongan. Orang-orang yang lagi jalan beriringan sama mereka langsung sweatdrop menyaksikan aksi maho pagi-pagi.
Tsuki yang langsung malu ke pantat dilihat banyak orang reflek berontak. Yamaguchi pun jatuh dan tak bisa bangkit lagi.
"Sa.. Sakit Tsukk!"
"Gue bilang kan jangan suka nge-maho gitu. Kita itu normal, Yam!" Kata Tsuki terus jalan lagi ninggalin si Yamaguchi.
Yamaguchi pun bangkit terus lari ngejer Tsuki. "So.. Sorry.. Habis gue pengen cerita.. Kemarin masa pacar gue baik banget... Bla bla bla...."
Iya, ironi memang. Gitu-gitu Yamaguchi udah laku di pasaran. Doi udah punya pacar, adek kelas. Biarpun tingkahnya suka gelendotin si Tsuki tapi dia bener normal. Justru yang nggak punya pacar, ya si Tsuki sendiri.
Lagian, ngomong-ngomong soal pacar, di tim volly Karasuno yang gak punya pacar itu cuma si Tsuki sama Suga. Beda cerita, Suga sih banyak yang suka tapi dia gak mau pacaran. Katanya takut nyakitin hati cewek, dan dia pengen ta'aruf aja kalo udah siap. #ea
Sementara Tsuki sendiri, jujur aja, yang ngedeketin dia itu enol biji alias kaga ada!
"Pokoknya kemarin gue seneng banget Tsuk!"
Tsak tsuk tsak tsuk.. Emang gue pembawa acara gosip Katsak Kutsuk?!?! Batin Tsuki.
"Ya.. Ya.. Ya.. Baguslah." Kata Tsuki singkat.
"Eh, betewe, lu sendiri kok belum punya pacar Tsuk?"
JLEEEEEBBBB!
Jantung Tsuki serasa di smash volly sekenceng-kencengnya. Kokoronya sakit sampe ke urat-urat.
Hanjrot! Mana gue tau! Itu aja masih jadi pertanyaan diri sendiri!
"Gue gak ada waktu buat pacaran Yam, udah ah, gue duluan. Belum sarapan dan gue mau beli nasi uduk dulu di Mpok Miku. Ja."
Alih-alih malas di tanya sekaligus bingung menjawabnya, Tsuki pun melarikan diri sambil lari ala ninja konoha (wtf) Yah, style lari yang kayak gitu emang udah jadi kebiasaan Tsuki buat lari dari masalah. Dia udah ngebiasain gaya lari itu semenjak dia masih umur delapan tahun. Secara waktu itu sinetron Naruto jadi acara tv favoritnya.
(Note: well, kalau di real life Naruto itu jelas anime. Tapi Tsuki kan di dunia anime. Jadi pasti Tsuki anggep Naruto adalah sinetron karena berasal dari sesama dunia anime. Btw, ngerti gak sih?)
---
Tsuki pun makan nasi uduk di kantin langsung pake tangan, tiga jari. Sengaja gak pake sendok, katanya mau ikutin sunah rasul. Entah mengapa, mungkin karena dia sadar kalau kejombloannya memparah dan dia pengen ngedeketin diri sama Tuhan.
Ya tapi, cuman aja anak-anak dikantin jadi ngeliatin dia makan.
Itu orang apa gorilla? Sarapan nafsu amat
Yah kira-kira begitulah kata mereka ngeliat Tsuki makan lahapnya bukan main. Jarang-jarang soalnya ngeliat si mata empat makan banyak. Biasanya satu centong nasi nggak penuh juga cukup, lauknya sedeng-sedeng aja. Kalau air baru banyak, kadang sampai dua atau tiga gelas, jadi total seharian dia bisa minum sembilan atau sepuluh gelas. Makanya dia kadang sering kebelet pipis mendadak.
(auth: hanjjriiit gue kok jadi ngelantur? #digebukin)
-kembali ke topik-
"Oiiiyy Tsuk! Lahap amat kayak kunyuk makannya!"
Hinata tiba-tiba duduk di depan Tsuki sambil mukul meja girang. Tsuki kaget sampe nyemburin nasi dari mulutnya.
"Kaget gue nyet!"
teriak Tsuki, dan ups! Ternyata Hinata gak sendiri. Dia dateng bareng pacarnya, si Kiyo. Sudahlah, sepertinya hari ini Tsuki bener apes.
"Gue mau makan juga nih bareng Kiyo-chan. Tapi kehabisan nasi uduk, menurut lu kita makan apa ya?" Tanya Hinata.
Apaan sih nih orang gaje banget!
"Makan batu aja."
"Ke.. Kejaaam!" Kiyo-chan teriak-teriak so moe, padahal hoeks. Tsuki mual ngeliat si Kiyo sok sok imut gitu.
"Iya tuh, orang nanya baik-baik malah di jawab ngasal. Kita itu lagi di fanfic bro, lu kaleman dikit dong. Mungkin sikap kejam lu itu yang bikin author males ngasih cewek buat deket sama lu."
JLEEEEEBBBBB!2x
Kokoro Tsuki sekarang bener-bener serasa kena service maut dari Oikawa. Sakit bro sakit!
"Serah lu deh semua, gaje." Kata Tsuki sambil bangun dari duduknya dan beresin sampah nasi uduk. "Gue duluan." Lanjutnya lesu bener.
---
Tsuki jalan luntang-lantung sambil berpikir.
Kok gue berasa jones banget ya di cerita ini? Tanyanya dalam hati.
Gue pikir disini gue bakal kayal artis Raku Ichijou jadi harem, atau paling nggak Amano Yukiteru yang digila-gilain satu cewek. Ternyata gue cuman jones di cerita ini, gak lebih. Batin Tsuki nista, sementara author udah nangis bombay denger batinan Tsuki *brb ambil tisu*
"Uukhh.. Uukkhh!"
Tiba-tiba suara itu memecah lamunan Tsuki, dan membuatnya menoleh ke sumber suara.
Ternyata, dia mendapati seorang lawan jenis yang lagi kesusahan ngambil sepatunya di atas loker.
Lah, ini orang udah tau pendek malah naro sepatu di atas lokernya. Batin Tsuki.
"Uukhhh...!" Kata cewek itu sambil melompat-lompat berusaha meraih sepatunya yang sebelah. Tapi gerakannya terhenti seketika begitu ngeliat tangan di atas kepalasus nya yang dengan mudahnya ngambil itu sepatu.
"Nih." Tsuki ngasih sepatu tuh cewek. Sementara cewek itu dongak ngeliatin Tsuki.
Huaaaanjjjriiiittt tinggi amat! ini orang apa galah bambu?
Batin cewek itu sambil gigit bambu, eh maksudnya ngambil sepatunya. "Ma.. Makasih."
Tsuki gak jawab apa-apa terus pergi begitu aja. Tapi sebelum Tsuki jauh pergi, cewek itu malah manggilin dia.
"Eh, megane!" (baca: kacamata/mata empat)
Tsuki nengok.
"Namamu siapa?"
Glek. Mendadak Tsuki jadi gugup. Apa ini gara-gara pertama kalinya dia di panggil dan di tanya namanya sama cewek?
"Tsu.. Tsukishima.."
"Aku Ame.. Salam kenal." Katanya sambil tersenyum lebar.
DEGGG!
Entah mengapa sekarang hati Tsuki jadi berdebar-debar ngeliat senyumnya Ame. Ma.. Manis! Batinnya.
"Sa.. Salam kenal." Jawab Tsuki salting dan langsung ngabur, lari ala ninja konoha lagi.
Ame jawdrop ngeliat Tsuki sambil membatin: Itu orang demen banget sinetron Naruto kayaknya..
---
"Nice Serve!"
"Nishinoya cover!"
"Suga-san!"
"Asahi!!"
"Hyaaaaaaatttttt..." Asahi pun ngeluarin jurus smash cenat-cenutnya ke daerah lawan. Tapi dengan sekejap saja, Tsuki pun melompat dan.. Bola berhasil di block.
"Nice Block Tsukkiii!!!"
Teriak Hinata dan Kageyama berkobar.
"Nice Tsukkkiiiii!!"
Terdengar suara teriakan perempuan di tribun. Sontak semua tim Karasuno yang lagi latihan kaget, dan menoleh ke sumber suara. Lebih-lebih Tsuki yang udah mangap kelewat batas karena shock ngeliat perempuan yang manggil dia adalah si Ame.
"Wah.. Ketua OSIS kita kok tumben nonton juga?" Kata Suga
"Ameee-san.. Makiiinn cantik aja.. Sini kita ajarin passing mau gak?" Tanaka dan Noya biasa berkelakuan genit.
"Hai semua!" Katanya sambil lambai-lambai dari Tribun. "Hai Tsuki!" Lanjutnya lagi.
Sontak semua anak-anak volly noleh ke si Tsuki dengan tatapan heran. Lebih-lebih Tanaka sama Noya.
"Lu kenal Ame-senpai dari mana bang?" Kageyama kepo.
"Kalian bener saling kenal?" tanya Daichi.
"Heh, lu nggak ngapa-ngapain Ame-san kan?!?!" "Kalo sampe lu apa-apain gue tembak lu pake senapan angin!" Kata Tanaka dan Noya galak.
"Eh.. Nggak kok. Tadi Tsuki bantuin aku pas sepatuku di umpetin temen jahilku.." Kata Ame sambil senyum.
Keadaan pun hening, dan pas dalam hitungan ketiga mereka semua bilang "CIEEEEE!!"
Muka Tsuki mendadak langsung merah merona. Doi nahan malu sampe ke ubun-ubun. "Ka.. Kalian ngapain sihh..." Tsuki salting sok sok Tsundere.
"Senpai notice you tuh! Jarang loh ketua OSIS nontonin kita main volly bahkan ini yang pertama kalinya.." Suga-san nyengir kuda.
"Yah, kalau emang gitu ceritanya sih kita gabakal bisa berbuat banyak ya nggak Tan?" Kata Noya.
"Iya soalnya setau gue dia itu orangnya gak lebay gini, bela2in sampe nonton lu main volly segala.." Sahut Tanaka.
Anjrit, ini bocah-bocah kenapa jadi ngeroyok gue begini? Belum lagi cewek itu kakak kelas gue, dan ketua OSIS pula. Itu artinya dia seumuran sama abang Daichi dan abang Suga. Pendek bener!
(auth: duhileee gue tau lu tinggi gak usah segitunya juga kali Tsuk)
"Yaudah karena kebetulan pertandingannya udah selesai, sekarang kita siap-siap aja buat pulang." Titah Daichi sang kapten.
"Osu!" Jawab mereka serempak.
---
Kenapa jadinya begindang sih?
Tsuki ngebatin sambil ngelirik Ame di sampingnya. Yup, mereka pulang bareng. Ame yang minta.
"Kenapa Tsuki-kun?" Tanya Ame yang nangkep kering (?) Si Tsuki pas dia lagi ngeliatin Ame.
"Eh? Gak ada apa-apa senpai!" Katanya, mukanya merah bercahaya (?)
"Oh ya, kamu gak usah panggil senpai. Ame aja."
"Eh tapi songong atuh senpai." Logat Sunda Tsuki jadi keluar.
"Nggak apa-apa kok, biar akrab aja.."
Tsuki langsung dokidoki. Tangannya berkeringat.
Njir! Ngapa gue jadi salting gini sih! Oke tenang Kei tenang! Tarik napas.. Buang.. Jangan! Jangan kentut! Buang lewat idung. Hmmppphh Haaaahhh.. Anggap aja nih cewek emak lo Kei! Anggap emak lo! Tsuki perang batin.
"Kamu kenapa sih Tsuk, ekspresinya mules gitu?"
"Eh, nggak! Kei nggak ngapa2 mak!" Ups! Ternyata Tsuki malah kelepasan. "Ugh, maksudku, aku gak apa-apa senpai!"
Ame memandang Tsuki, lalu tertawa. "Aku pikir Tsuki-chan orangnya tegas dan kaku. Ternyata baik dan lucu ya.."
Mendadak muka Tsuki merah merona. Kokoronya doki-dokishita. Badannya panas sampe 45 lima derajat. Hormon adrenalinnya meningkat sampe memaksa dia buat jumpalitan di tempat.
"Eh, eh jangan jumpalitan di trotoar gitu nanti uratmu pada kecengklak!" (baca: kesleo) Ame pun memekik sambil liatin Tsuki yang udah mau rolling.
---
"Sen.. Senpai rumahnya dimana?" Berusaha gentle luar dalem, Tsuki memberanikan diri buat bertanya. Abisnya semenjak insiden Tsuki mau rolling tadi keadaan jadi canggung banget.
"Kenapa? Tsuki-chan mau main?"
Tsuki blushing lagi, jantungnya jungkir balik lagi. Baru pertama kalinya dia dipanggil dengan sebutan chan. Ada perasaan malu, ada juga perasaan seneng. Tsuki bukan anak kecil dan dia merasa nggak pantas di panggil chan. Tapi entah kenapa ia merasa senang. Senang sekali.
"Kalau mau.. Aku bisa..."
"Senpai.. Kenapa senpai mau pulang bareng sama aku?" Tsuki memotong pembicaraan.
Ame bungkam. "Eh? Mm Aku..." omongannya tertunda. Dia jadi kelihatan gugup dan mikir-mikir gitu. "Pe.. pengen aja.."
"Hn, gitu..."
Mereka berdua jadi diem gaje. Tsuki sendiri jadi agak murung. Entah kenapa dia merasa sedikit kecewa kalau kawaii senpai nya itu gak punya alasan khusus pulang bareng sama dia.
"Tapi..." langkahnya terhenti. Tsuki kaget dan menghentikan langkahnya juga. "Aku harap besok kita pulang bareng lagi, ya? Terus.. dan terus... dan terus... Kalau kamu belum keluar dari kelas kamu, aku akan menunggu. Dan begitu juga sebaliknya. Kalau aku belum keluar dari kelas aku.. tunggu aku.."
Wajah Ame bersemu. Doi nunduk diem, nggak berani sedikitpun melihat wajah Tsuki, takut cowok tinggi mata empat itu menolak. Beberapa menit mereka diem aja dan Ame rasa, Tsuki bakalan nge-damprat Ame sampe si Ame jungkir balik.
"Iya.. Aku.. akan menunggu senpai."
Ame mendongak, lalu melihat cowok blonde itu sedang bersemu dan menutup mulutnya dengan punggung tangan.
Tsuki lagi blushing tuh. Cieeeeeeee....
Ame tertawa, "Sepertinya ada yang sedang gugup," katanya.
"A... apaaan sih senpai!" Tsuki mengelak sok Tsundere. Ame pun tambah ngakak hampir kayang di tempat sambil lompat harimau. Tsuki sendiri malu keubun-ubun sampe shuffle di tempat (?)
Tapi biarpun sampe malu gini.. Biarpun gue sampe pengen jumpalitan mulu gini.. Gaktau kenapa gue seneng. Seneng banget bisa pulang bareng.. Ame-senpai..
---
Wkwk maaf kalau gaje, ya. TBC, kalau ada waktu buat nge-autis lagi :v

Tidak ada komentar: