I can't find the match title for this

Kini aku termenung di dalam ruang tanpa sekat dan batas. Memikirkan segala bait-bait kemungkinan yang belakangan ini mengeliang; sibuk berputar-putar di kepalaku. Cukup rumit, mengingat kamu; yang lagi-lagi selalu ada di benakku, yang kini mulai mengisi sela terkecil hatiku.

Kemana aku harus melaju? Batin sebuah jiwa yang kini mulai payah menaklukan diri sendiri. Tak tahu kemana ia harus berlabuh, tak tahu kemana ia harus bersandar, tak tahu harus berpegang teguh pada hal apa yang menjadi prinsipnya. Hal yang menjadi jalan pilihannya.

Kamu, adalah pemicu sekaligus penyelesaian konflik Kamu yang memulai sesuatu menjadi rumit dikepalaku, sesuatu yang tak dapat diselesaikan dengan tanganku. Lalu, coba katakan padaku. Apa yang harus aku perbuat agar aku kembali normal? Atau jelasnya, kembali di sisimu dengan keadan yang dulu, yang baik-baik saja. Bagaimana caranya? Sementara aku sudah mengatakan berkali, bahwa aku, sering mengungkit yang dulu-dulu.

Kamu, mengenal aku. Tau baik tentang aku dan segala sifatku. Lalu, bisakah kau percaya aku, bahwa aku masih menyayangimu sampai detik ini, dan selanjutnya? Bisakah kau pahami ketika aku mengambil jalan yang aku ambil? Dengan segala dilema yang bertumbuk di otakku? 

Jika kamu paham, tolong beri tahu aku.

Beri tahu aku. Pilihan yang saat ini ku langkahi. Baik atau tidaknya, agar aku dan kamu saling menerima. Agar aku dapat mendayung perahu yang membawa aku, segalanya tentangmu dan rasaku, ke arah cahaya yang kau tunjukkan padaku.

Tidak ada komentar:

Begini

Aku menarik napas. Masih, masih terasa sakit. Ngilu dalam hati. Seperti ada sesuatu yang menusuk. Tidak parah namun berkepanjangan. Lama se...

Diberdayakan oleh Blogger.