Kita

Kita bukan apa-apa.
Sebenarnya, waktu itu aku dan kamu hanya tertawa di balik hujan.
Bersenandung sambil menatap kelabu tebal.
Bercerita hal bodoh, lalu kita tertawakan.
Sungguh, waktu itu aku dan kamu hanya peringai suram yang luluh akan perasaan.
Rela bertaruh demi kebahagiaan.
Membuat jejak panutan orang.
Demi apapun,
Aku dan kamu hanya dua pribadi yang menangisi satu sama lain.
Saling ketergantungan, lalu menyindir.
Antara disakiti, atau menyakiti.

Itulah Kita.
Apa aku benar? Kita bukanlah apa-apa, sampai kini telah melupa. Kita hanya dua hal asing, yang memiliki sesuatu untuk di kenang. Kita cuma dua manusia yang pernah memiliki hubungan emosional. Kita, dua orang yang tersesat dan mengira bahwa satu sama lain adalah jalan pulang.

Tidak spesial, bukan?

Tidak ada komentar:

Begini

Aku menarik napas. Masih, masih terasa sakit. Ngilu dalam hati. Seperti ada sesuatu yang menusuk. Tidak parah namun berkepanjangan. Lama se...

Diberdayakan oleh Blogger.