Epilog

Aku anggap cerita kita kini telah selesai.
Benar.
Mungkin saja, Tuhan menciptakan kita sebuah cerita yang kemarin itu, hanya untuk menambah-nambah jenis perasaan yang pernah kita lalui.

Jelas bahwa aku hanya gadis optimis, penuh spekulasi kompulsif. Mudah, mudah sekali disentuh walau bukan maksudmu menjamah hatiku.

Aku tidak bisa sedikit saja menganggap itu anugerah, atau musibah. Kadang aku senang, kala aku merasa kamu anggap spesial, namun di situ juga aku merasa nyaris mati, saat sadar kalau maksudmu bukanlah apa yang aku mau.

Itu adalah cerita kita.
Cerita aku yang jatuh cinta, dan kamu yang tidak merasa.

Perempuan lain yang lebih hebat dariku mungkin seratus jumlahnya. Yang lebih cantik dariku seribu jumlahnya. Yang lebih baik dariku tak terhitung.. jadi, aku pikir lancang kalau aku memaksa kamu melihatku.

Tunggu di sana! Aku pikir begitu otakku memerintah mulutku untuk bersuara. Tunggu di sana, sampai kamu yang jatuh cinta! Begitu kira-kira. Tapi sesuatu dalam dadaku tidak menerima.

Sesuatu dalam dadaku itu memperlihatkan caramu bahagia.
Tanpa aku di sana.

Lalu jika saja, kamu tertawa lepas tanpaku, haruskah aku ikut mengekor pada jalan hidupmu?

Tidak.

Aku adalah pengganggu nomor satu. Aku adalah bagian picisan dalam hidupmu. Aku bukan apa-apa.
Aku hanya gadis gila yang suka berharap setinggi angkasa.

Begitu, kan?

Tentu, tapi kamu setengah benar. Bukan hanya itu saja, namun aku juga insan yang senang melihatmu bahagia. Pendoa nomor satu buatmu. Pengorban eksklusif demimu. Gadis yang menganggap dirinya sehat justru ketika harapannya tak terkabul.

Sudahlah.
Kamu tau epilog kan? Akhir pada sebuah cerita, yang justru isinya lebih menarik daripada menu utama. Bagian yang tidak diketahui pembaca karena memang tidak dapat dibahas secara terang-terang. Ketika semua selesai, barulah epilog ini tepat untuk diutarakan.

Dan inilah, epilog cerita kita.

Tidak ada komentar:

Begini

Aku menarik napas. Masih, masih terasa sakit. Ngilu dalam hati. Seperti ada sesuatu yang menusuk. Tidak parah namun berkepanjangan. Lama se...

Diberdayakan oleh Blogger.